All field notes
ConferenceJune 26, 2026

Peneliti SmartAgri UGM Presentasikan Dua Inovasi Digital Pertanian pada Seminar Nasional Dies Natalis ke-8 Polbangtan Bogor

Yogyakarta, 24 Juni 2026 — Tim peneliti Smart Agriculture Research Center (Smartagri), Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), turut berpartisipasi dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-8 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 24 Juni 2026. Seminar nasional yang mengusung tema “Smart Farming sebagai Strategi Swasembada Pangan Berkelanjutan” ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi inovasi dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber dari perguruan tinggi, industri, dan institusi pemerintah yang membahas perkembangan teknologi digital dalam sektor pertanian.

Pada seminar tersebut, tim Smartagri mempresentasikan dua hasil penelitian yang mengangkat pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengelolaan sistem pertanian modern. Penelitian pertama berjudul “Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk Manajemen Plant Factory Berbasis Aplikasi Spreadsheet dalam Mendukung Integrasi Data dan Pelaporan Operasional” yang disusun oleh **Briliyan Hartanti, Andri Prima Nugroho, Ardan Wiratmoko, Muhammad Athala Fawwaz Dzaky, Zhorif Maulana Wirawan, Fathuzaky Setyawan, Samuel Gatot Marseno, Mohammad Affan Fajar Falah,**dan Lilik Sutiarso. Penelitian ini mengembangkan sistem ERP berbasis spreadsheet yang mampu mengintegrasikan berbagai aspek operasional plant factory, mulai dari budidaya, inventaris, sumber daya manusia, hingga keuangan dalam satu sistem yang terpusat sehingga mendukung monitoring dan pelaporan operasional secara real-time. 

Penelitian kedua berjudul “Perancangan Sistem Traceability Blockchain pada Rantai Pasok Beras dengan Evaluasi Fungsional Berbasis Black Box Testing” yang disusun oleh Zhorif Maulana Wirawan, Andri Prima Nugroho, Ardan Wiratmoko, Briliyan Hartanti, dan Lilik Sutiarso. Penelitian ini mengembangkan sistem traceability berbasis teknologi Hyperledger Fabric untuk meningkatkan transparansi, keamanan, dan keterlacakan rantai pasok beras dari petani hingga konsumen. Sistem memanfaatkan teknologi blockchain yang bersifat immutable, sehingga setiap data yang tercatat tidak dapat dimanipulasi, serta mengintegrasikan QR Code dan Batch ID sebagai media pelacakan informasi produk. Selain itu, sistem dirancang untuk mendukung validasi mutu beras berdasarkan SNI 6128:2020, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat tata kelola rantai pasok pangan berbasis teknologi digital.

Kedua penelitian tersebut merupakan hasil riset yang dilaksanakan di bawah bimbingan Ir. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. sekaligus menjadi representasi kontribusi Smart Agriculture Research Center DTPB FTP UGM dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian berbasis digital. Keikutsertaan tim Smartagri dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-8 Polbangtan Bogor menjadi bentuk komitmen untuk mendiseminasikan hasil penelitian yang inovatif sekaligus memperluas jejaring kolaborasi akademik di bidang smart farming, digital agriculture, dan rekayasa sistem pertanian. Melalui forum ilmiah ini, Smartagri terus mendorong pengembangan teknologi yang adaptif terhadap tantangan pertanian masa depan sekaligus mendukung transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Pengembangan sistem ERP untuk plant factory dan teknologi blockchain pada rantai pasok beras mendukung peningkatan efisiensi operasional, transparansi informasi, serta digitalisasi sektor pertanian. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan melalui pengelolaan produksi yang lebih efektif dan sistem distribusi yang lebih akuntabel. Sejalan dengan visi Smartagri, penelitian ini menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan teknologi cerdas dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Originally published on our previous site. Read the original